Sabtu, 26 Juli 2014

#1435HLebaranSalingBermaafan

Bila ada salah dalam setiap kata,.
Bila ada sikap yang tak terjaga,.
Atau ucapan yang buat luka,.

Walau tangan tak bisa berjabat bersama,.
Dan raga tak sempat bersua,.
Ditengah nuansa hari raya,.
Hidangkan maaf seluas Samudra,.

Taqabballahu minna wa minkum, shiamana wa shiyamakum,.
Mohon maaf lahir dan batin :)

(Syaiful Nur Arifan)

#1435HLebaranSalingBermaafan
#1435HSyawalKeepIstiqomah

Read more…

Kamis, 24 Juli 2014

Only 20++

Suatu hal menarik ketika membahas tentang nikah. Tak ayal begitu banyak yang pasang status mengenai kegaluannya (biasanya yang sering ikhwan kalau akhwat mungkin juga merasakan hal yang sama). Ironisnya orang yang pasang status-status galau gak nikah-nikah. Tapi yang orang yang diam-diam tiba-tiba ngasih undangan. Saya mau iseng aja buat postingan nasyid yang cocok dari pra hingga pasca nikah. Ini untuk yang sudah cukup umur, yang belum cukup umur jangan coba-coba hehe (pengen denger nasyidnya,? klik aja judulnya!)


Alkisah ada seorang pemuda umur duapuluhan tahun. Hanif biasa ia di panggil, seorang mahasiswa yang berkuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di kota Bengawan. Kuliah dan berorganisasi selalu mengisi hari-harinya. Ia juga terkenal aktif sebagai salah satu pengurus Lembaga Dakwah Kampus (LDK) di kampusnya. Ikhwan sebuah label tuk sebutan cowok dan Akhwat tuk yang cewek biasa digunakan di kalangan aktivis-aktivis LDK. Pun juga dengan si Hanif tak luput dari sebutan Ikhwan. Suatu hari, berkumpul lima orang Ikhwan dalam sebuah sekretariat. Mereka begitu asyik dan seru mendiskusikan sesuatu apalagi kalau bukan tentang Nikah dan Akhwat. Diantara lima orang itu, Hanif menjadi salah satunya. Masing-masing Ikhwan terlihat antusias menyebutkan nama-nama Akhwat dalam obrolan itu. Dari si Siti yang kepala Departemen Kemuslimahan, Si Anis Sekretaris Departemen Litbang, Si Rini Sekretaris Umum, Si Dian yang baru staff hingga Si karmila yang notabenenya mbak-mbak yang sudah alumni (Pesan Penulis : ini hanya adegan jangan ditiru ya..hehe).

Tiba di Kos Hanif pun langsung meneparkan tubuhnya di sebuah kasur kecil. Sembari merenung dan masih membawa sisa-sisa obrolan tadi dipikirannya. Ada sebuah keinginan dalam diri Hanif untuk menikah, menyempurnakan setengah dari Agamanya. Dalam pikiran timbul sebuah pertanyaan apakah ia udah siap, siap mental, siap fisik, dan bla-bla-nya. Tapi masalah terbesarnya siapa Akhwatnya??? Ia pun hanya bisa merayu-rayu dan di setiap malam bening ia selalu mengadu pada sang Pencipta. Tak lupa ia mengaktifkan radarnya mencari sosok yang dicari. Sosok yang kelak menjadi Jodoh Dunia Akhirat (Kang Abay). Meski namanya masih rahasia tapi Hanif tetep yakin bahwa ada sosok pendamping di masa depannya. Kini Hanif hanya bisa menanti jawaban atas doa dan Ikhtiarnya. Memang Penantian (Seismic) adalah satu ujian tapi Hanif tetap ada harapan. Karena keimanan itu tidak sekedar ucapan tapi adalah ketabahan dalam menghadapi cobaan. Sabar, hanya itu yang bisa ia lakukan dalam menanti pasangan hati dan tetap berdoa untuk tetep meneguhkannya dalam penantian ini.

"Berjumpa saat ta'aruf kita, bersama Ustad dan Ustadzah, saat keputusan pun dipinta, kau tersipuh tanda bersedia" , sepenggal lirik dari Amole voice terdengar dari HPnya. Tertulis di layar LCD 1 Message from ukhti Farah. "Tumben nie, nie Akhwat sms,. paling juga jarkoman kajian", pikir Hanif. Yah,. memang hampir lebih dari satu semester tak sms'an dengan Farah semenjak musyawarah akhir LDK. Meskipun sebelum itu intensitas berhubungan dengan Akhwat yang satu ini sangat sering karena tuntutan lembaga dimana waktu itu Farah adalah sekretaris dari bidang yang dikepalai Hanif. "Bismillah,. Akhi Hanif bgmn kbr antum? Affwan sebelumnya Akh, bila isi sms ini nantinya kurang berkenan di hati antum, sudah lama ana menyimpan ini, sebuah perasaan kekaguman pd Antum. Kini ana beranikan tuk ngomong ke antum bahwa ana menyimpan perasaan ke antum dan berharap antum mau menjadi imam ana?". Mak,. Jleb-Jleb,. setelah membaca deretan pesan itu tiba-tiba jantung Hanif pun berdetak semakin kencang seakan habis lari maraton. Ada rasa ketidakpercayaan dalam dirinya. Akhwat setangguh itu, Akhwat yang senantiasa menjaga Izzahnya, dan Akhwat yang selalu taat pada sang Khalik itu menginginkanku menjadi imamnya. "Ya Allah, Engkau menjawab doaku, dengan desain yang begitu indah, Sungguh engkau benar-benar Maha Pengasih dan Maha Penyayang", Pikir Hanif. Setelah meyakinkan dirinya dengan membaca sms itu berulang-ulang. Setelah cukup lama dan menata hatinya, dengan tarikan nafas panjang ia beranikan membalas sms tadi. "Alhamdulillah kbr sy baik, suatu anugrah yg luar biasa yg Allah karuniakan kpd sy, bs mnjd Imam Ukhti, tp ijinkn sy tuk istikharah terlbih dhulu agar keputusan yg qt ambil kputusan yg diridhoi Allah". Ukhti Nantikan Aku di Batas Waktu (Edcoustic)Ukhti kalau memang dirimu yang tertulis di Lauh Mahfudz sana menjadi pendampingku insya Alloh akan ku jemput dirimu dan bersama kita melangkah menuju surga abadi. Kini ijinkanlah daku tuk melakukan Istikharah Cinta (SIGMA) memohon petunjuknya mungkinkah dirimu yang dipilihkanNya tuk diriku. Hari berganti hari akhirnya Hanif pun menemukan keyakinan, jawaban atas Istikharahnya. Ia yakin bahwa farah adalah tulang rusuk yang dipilihkan Allah untuknya. Dan kini ia siap menjemput Farah yang telah lama menanti di batas waktu.

Kini tibalah hari bahagia itu, hari dimana sepasang insan mengikat janji suci dalam perNikah(Alief)an. Setelah melakukan ta'aruf sebelumnya kini tiba Hanif dan Farah pun menikah. Menikah karena ibadah, untuk menyempurnakan separuh dari agama. Di pernikahannya Hanif memberikan mahar sederhana, "inilah Maharku UntukMu (Alief) ukhti Farah, seperti ini yang ku mampu , sepenuh hati ku berikan sebagai wujud cintaku, tapi ini tulus ku serahkan pada dirimu, seorang yang kupilih, Ucap Hanif pada Farah. "Duhai Pangeranku, ana tidak menginginkan gunungan emas atau pun limpahan harta, engkau menjadi imam ana saja merupakan suatu Anugrah Terindah (Gradasi) yang Allah karuniakan pada ana." jawab Farah. Ketika Dua Hati Manyatu (Seismic) dalam pernikahan menyatukan dua hati yang berjanji tuk arungi hidup di jalaNya, Allah akan berkahi mereka kala dalam asa kala dalam doa. Dan seketika itu, teman-teman Hanif dan Farah yang hadir dalam pernikahan tersebut mengucapkan kepada kedua mempelai selamat datang di Dunia yang baru dan mendoakan semoga Bahagia serta semoga menjadi mentari bening pagi yang senantiasa menerangi bumi dan hati tanpa pamrih.

Hanif pun sangat bersyukur atas hadirnya Farah untuk menjadi teman hidup selamanya. Belahan hatinya pun kini telah terisi, Ia dan Farah kini telah mengikat janji bahagia. Ia pun mengajak Farah tuk berlayar merenda keluarga merentas hidup bersama. Dia sangat bahagia ditemukan belahan jiwanya dan berharap Tuhan mempersatukan mereka selamanya hingga bahagia sampai surga. Sembari minta Farah memegang tangan dan menatap matanya, Hanifpun berkata, "Farah Kau Ditakdirkan Untuku (Edcoustic ft Inteam)" . Seketika itu juga wajah Farah pun tersipuh malu. 

Sekian bulan pun berlalu, kini Hanif baru menyadari bahwa menjadi Imam Farah sebuah kenikmatan yang tak terbayangkan sebelumnya. Ketika Hanif menatap mata Farah, terpancar sebuah cinta yang suci walau pernikahannya dengan Farah terbangun dari beda dunia. Tapi Farah tetaplah Farah, seorang wanita mulia yang ikhlas hidup bersahaja meski sebelumnya ia hidup tanpa perih namun disitulah letak kebahagiannya. "Duhai Pendampingku (Edcoustic) Akhlaqmu permata bagiku buat aku makin cinta tetapkan selalu janji awal kita bersatu bahagia sampai ke Surga". Ucap Hanif. Semakin hari cinta mereka pun semakin erat, Farah mampu menjadi Bidadari Surga (Ust Jefri Al Bukhori) yang punya setia yang mampu menjaga kemurniaanya saat Hanif tak ada dan jauh darinya serta yang mampu memahami segala kekurangan Hanif. Hadirnya Farah pun menjadi tempat berlindung Hanif dari kejahatan nafsunya. Kini tiba tahun kedua setelah pernikahan, kebahagiaan semakin terpancar dari mereka berdua dengan hadirnya seorang hasil buah kasih sayang mereka yang kian menjadi keluarga mereka menjadi Keluarga Bahagia (Saujana) yang sedamai taman firdausi karena limpahan kasih sayang sejati dan seharum semerbak kasturi mengharumi hidup insani.

Allahu Akbar,. Allahu Akbar,. Adzan subuh pun membangunkan Hanif dari petualangan di mimpi indahnya. Ternyata keindahan-keindahan tadi hanya sebatas mimpi. Hanif masih tetap menjadi mahasiswa yang masih galau dan belum mempunyai keberanian untuk menikah. Sekian 

Read more…

Senin, 21 Juli 2014

Our Journey to MUSYKERWIL IV JRMN

Hari ini Sabtu, 28 Juni 2014, cuaca cerah pun menyapa pagi ini. Hari ini aku ada 2 agenda pertama Rapat Pleno #1 SKI FMIPA UNS dan Musykerwil IV JRMN di UNY. Rapat Pleno berlangsung sangat alot setelah molor 2 jam dari jadwal akhirnya dimulai juga. Alhamdulillah, jam setengah 5 Rapat selesei walaupun molor dari prediksiku yang berharap sebelum ashar selesei biar cepet berangkat ke UNY. Jam ditanganku pun sudah menunjukan pukul 5 sore dan matahari pun mulai beranjak sebagai tanda tugasnya hari telah selesei.

Tik-tik-tik tetesan-tetesan kecil jatuh dari langit yang menemani perjalanan kami berempat tuk menyusul saudara kami Julian Refki yang telah duluan di UNY. Yah, memang undangannya jam 12.30 tapi karena ada Rapat Pleno maka kami berempat ijin terlambat. Aku, Ukh Atifah Nur Lailati, Ukh Gesti Munasah, dan Dek Ardipratama sebagai penunjuk jalan mulai berjalan menyusuri kota Solo dari Bangjo Sekarpace, Bangjo Panggung, dan bangjo-bangjo berikutnya dengan harapan magrib sudah nyampe Klaten. Nyampe bangjo depan Solo Square, Adzan pun berkumandang dan kami pun berhenti di Pom bensin yang ada musholanya untuk melaksanakan Sholad Magrib. Setelah wudhu dan mau sholad Hp ku bergetar, “Akh,. Akhwat cari masjid ya,. Nanti tunggu di tugu kartosuro”, SMS dari salah satu akhwat. Lha kok nie akhwat malah cari masjid sendiri, yah memang kesalahan kami cari tempat sholad yang tempat wudhunya terbuka. Habis sholad kami pun sepakat untuk buka dulu, yah memang hari ini hari pertama puasa versi Muhammadiyah. Rencana mau beli Mie Ayam, eh gara-gara kurang koordinasi warungnya kelewatan. Terlintas di pikiranku tuk makan di warung deket IAIN Surakarta selain harga mahasiswa juga ingin merasakan sensasi makan di sekitar kampus yang menjadi kampusku walau tidak nyampe sebulan itu. Nyampe samping kampus IAIN Surakarta aku baru ingat hari ini Sabtu, hari libur bagi mahasiswa tak ayal warung-warung pada  tutup. Terlihat sebuah warung didepan gerbang kampus yang terang benderang. Alhamdulillah warung itu buka dan kita pun makan disana. Kita pun buka sembari berbincang-bincang dan tentunya tetap menjaga Izzah kami dengan ngobrol sesama jenis serta jarak meja ikhwan dan akhwat cukup jauh. Adzan isya’ dari masjid Kampus IAIN Surakarta pun berkumandang. Aku mengajak mereka untuk sholad isya’ di Masjid kampus IAIN Surakarta.

Setelah sholad Isya’ kami melanjutkan perjalanan panjang menuju UNY tepatnya masjid kampus Mujahiddin UNY. Bertemankan lampu-lampu dan tanpa bintang dilangit kami menyusuri jalan Solo-Yogya dengan kecepatan 60 Km/Jam. Memang kita belum tahu medannya dan kondisipun juga gelap. Dengan formasi 3 motor dimana dek Ardipratama didepan, kemudian 2 akhwat dengan satu motor ditengah, dan aku sebagai penutup kita menyusuri jalan ini yang cukup sepi. Jam pun menunjukan pukul 21.00 WIB, Alhamdulillah kami tiba di depan kampus UNY. Tanpa berpikir panjang kami masuk kampus. Tak ada seorangpun yang bisa kami tanyai buat menunjukan dimana masjid kampus UNY. Akhirnya setelah lama mencari ada bapak-bapak yang bisa kita tanyai. Ternyata kita salah, kami harus keluar lagi dan berjalan sekitar 100 m ada gang disebelah kanan jalan lalu masuk gang itu. Setelah masuk gang dan jalan beberapa menit akhirnya nemu juga masjidnya. Tapi ada yang membuat bingung kami, dimana nie tempat parkirnya??? Dikiri masjid ada gang tapi tulisannya menuju ke makam. Mau ndak mau aku kudu masuk cari tempat parkir ternyata bener tempat parkirnya di belakang masjid dan kita kudu muter lumayan jauh tuk ke tempat parkir itu. Setelah parkir motor, kita langsung ke ruang acara yang terletak di semacam Islamic Center dari masjid ini yang berada di lantai 2. Setelah ngurus administrasi aku dan ardi pun masuk ke ruang. Langsung saja disambut dengan penuh hangat oleh akh Ibrohim Aji selaku koordinator JRMN wilayah IV, pake sebut nama lagi. Kita memang sudah kenal sejak Musykernas JRMN di UNNES kemaren. Baru sekitar 5 menit duduk, lhow acaranya udah selesei.  Setelah ini acara ngobrol dan sahring-sharing dengan akhwat tetap ruang tadi sedangkan ikhwan ke ruang utama masjid.


Di ruang utama ikhwan melingkar dalam satu lingkaran. Beberapa yang ada disana sudah saya kenal Akh Fajar Koordinator PUSKOMNAS JRMN, Akh Sanusi Ketua Umum FMI UNNES, Mas Ade Narsa dari Haska dan lagi-lagi ketemu Akh Zamakh dari madani UNDIP, ini ketemu yang ketiga kalinya setelah dulu pertama kali waktu kami bertemu di ILT dan ketika itu saya perwakilan JN UKMI untuk memenuhin undangan INSANI UNDIP, kemudian pas Musykernas JRMN di UNNES kemaren, dan ini di Musykerwil. Selain itu saya pun tambah kenalan baru dari UII, UGM, UNSOED, UNNES, dan tuan rumah UNY. Agar lebih efektif kami membagi lingkaran besar ini menjadi 4 lingkaran kecil. Saya masuk di lingkaran ke 4 dimana di sana ada akh Sanusi ketua Umum FMI UNNES, Akh Yogya ketua Umum Haska UNY, Akh Abdillah dari UII. Kami disini ngobrol-ngobrol terkait peran dan hambatan LDF di kampus masing-masing. Asyiknya ngobrol dan sharing-sharing ini harus diakhiri karena rasa kantuk yang tak tertahan lagi. Sebenernya sangat sayang kalau waktu dibuat tidur tapi karena esok ada hal yang lebih penting dibahas dan membutuhkan badan yang fit maka kami harus tidur. 

keesokan harinya, Hp ku pun bergetar membangunkanku yang terlelap tidur. Aku teringat semalam belum sempet tarawih, aku pun langsung ambil air wudhu lalu melaksanakan sholad sunnah yang memiliki pahala yang lebih di bulan special ini pun juga temen-temen yang lainnya mereka begitu sangat menikmati ibadah-ibadahnya pada sang pencipta. Sudah mau menjelang subuh, panitia mengarahkan kami tuk naik ke lantai 2 tuk makan sahur. Satu buah nasi kotak dengan lauk sederhana menu makan kali ini. Tapi terasa sangat lezat karena ikatan ukhuwah ini, makan sahur bareng-bareng dengan para pejuang-pejuang dakwah sesama FMIPA di kampus yang berbeda. Perhatianku sedikit teralihkan ketika peserta akhwat mulai masuk ke lantai 2. Saya meyakinkan diriku sendiri ini bukan UNS, beda kulturnya hehe. Selesei sahur terus sholad subuh kemudian dilanjutkan agenda pribadi.


Jam 8.15 WIB, acara Musykerwil sesi selanjutnya pun dimulai. Acara membahas langkah nyata yang akan dilaksanakan oleh LDF di wilayah IV dari hasil Musyekernas. Konsepan acaranya sangat menarik, pemimpin sesi memberi kesempatan untuk semua LDF yang hadir untuk menyampaikan LDF nya. Sehingga semua LDF aktif dalam musykerwil ini dan kami pun mengetahui kondisi LDF lain. Musykerwil tetap berlangsung  seru setelah sempat dipending untuk sholad dzuhur kini harus dipending lagi untuk mendengarkan taujuh dari dosen dan sekaligus aktivis dakwah kampus UNY. Ustadnya (saya lupa namanya) menyampaikan begitu semangat dan menggugah kami. Banyak nilai dan inspirasi yang dapat kami ambil dari sana. Setengah 3 acara musykerwil di mulai lagi. Tinggal beberapa poin lagi selesei dengan harapan sebelum ashar selesei tapi ternyata belum selesei sehingga dilanjutkan setelah ashar. Mengingat setelah ini perjalanan jauh dan hari ini kita puasa akhirnya kami dari UNS ijin pulang duluan. Jam 16.00 WIB, motor kami mulai melangkah dan melahap jalan Yogya-Solo. Beda dengan waktu berangkat kecepatan kami cukup kencang hampir 80 km/jam. Dan Alhamdulillah bertepatan dengan adzan magrib kami nyampe FMIPA UNS dengan selamat.


Sebuah perjalanan yang sangat menyenangkan dan menambah episode-episode menarik dalam hidupku ketika untuk pertama kalinya buka puasa pertama di luar dan bersama temen-temen SKI FMIPA UNS. Untuk pertama kalinya sholad Isya’ di masjid Kampus IAIN. Untuuk pertama kalinya ke UNY. Dan untuk pertama kalinya sahur bareng-bareng dengan temen-temen seperjuangan tapi dalam kampus yang berbeda dan disatukan dalam ukhuwah JRMN.

Read more…

Kamis, 10 Juli 2014

Links download Novel Islami


Bismillah,. 
Begitu banyak inpirasi yang saya depatkan dari novel-novel berikut. Dan saya tidak ingin Inspirasi itu saya dapatkan sendiri. Makannya saya bagikan biar kita sama-sama terinspirasi,. tuk dowbload klik judul novelnya,. :)


1. Bidadari Untuk Ikhwan
Sebuah novel dengan aktor utama seorang aktivis LDK (lembaga Dakwah Kampus) yang begitu luar biasa perjuangan dalam menegakan kalimatnya. Dia Mahasiswa Semester Akhir yang tengah menyeleseikan skripsinya. Selain liqo' kesibukan lainnya dia punya binaan kumpulan preman. Klimaksnya ketika salah satu binaanya murtad dan menjadi agen kristenisasi. Di sisi lain dia punya sahabat non Islam. Perbedaan keyakinan tidak merenggangkan persahabatan mereka. Ada kisah unik di novel ini, dari ia menikah dengan eks-Sekretarisnya di LDK secara tiba-tiba dengan mas kawin yang unik (baca : Buku Skripsi :D). Sampai kemeseraan mereka setelah menikah yang ketika orang belum nikah membacanya bikin gag kuat,. (gak percaya coba aja). dan melalui perjuangan yang luar biasa akhir happy ending, dua bidadari nan Sholehah menemani dia dalam mengarungi kehidupan dunia. Uniknya satu bidadari tambahannya adalah mantan ketua UKM Non-Islam yang mualaf. Sungguh Novel luar biasa karya saudara kita nan jauh disana, banyak inspirasi yang saya dapatkan dan saya share biar banyak yang terinspirasi pula. :D

2. Aku Menggugat Ikhwan dan Akhwat
Novel ini ceritanya berhubungan dengan novel "Bidadari Untuk Ikhwan" . Kalau yang "Bidadari Untuk Ikhwan" aktor utamanya Khalid, kalau novel ini aktor utamanya Farah yang ujungnya menjadi istri khalid. Ada hal yang menakjubkan yaitu kisah heroik farah dalam memperjuangkan agama dan melindungi saudaranya.

Read more…

Bersyukur

Bismillah

Alhamdulillah Segala puji bagi Allah Subhanallohu wa ta’ala, sang Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Pemberi pertolongan. Rabb yang mengatur irama kehidupan dan Tiada satupun helaan nafas, tiada sekalipun detak jantung dan tidak mungkin sekejapun berlaku kehidupan tanpa kehendak dariNya.Salam beriring Sholawat senantiasa tercurah kepada sang inspirator, teladan diatas teladan, seorang Kesatria, Rosulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Saudaraku, Sebuah kenikmatan yang luar biasa ketika Allah Subhanallohu wa ta’ala masih memberikan kesempatan untuk bertemu bulan Ramadhan ini. Sebuah kesempatan untuk menanam amalan baik di bulan yang sangat subur untuk menumbuhkan pahala. Pun juga dengan kenikmatan lainnya yang begitu luar biasa banyaknya, dari kaki masih bisa berjalan, mulut masih bisa berbicara sampai mata masih bisa melihat. Ketika kita mencoba hitung satu persatu kenikmatan yang Allah Subhanallohu wa ta’ala tentunya tidak akan bisa. Bahkan ketika seluruh lautan ini dijadikan tinta, kemudian dengan tinta sebanyak lautan di bumi itu digunakan untuk menuliskan nikmat Allah maka tidak akan cukup karena saking banyaknya. Allah Subhanallohu wa ta’ala berfirman 

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS. An-Nahl : 18

Saudaraku, dalam suatu riwayat kenikmatan satu bola mata bila ditimbang dengan semua amalan manusia maka lebih berat kenikmatan satu bola mata tersebut. Hal ini menunjukan betapa sayangnya Allah Subhanallohu wa ta’ala  kepada manusia. Lantas bagaimana prilaku kita sebagai manusia?

Banyak penceremah diawal ceramahnya selalu mengajak untuk bersyukur tetapi yang menjadi pertanyaan adalah  sudahkah kita bersyukur? Itu yang menjadi koreksi dan muhasabah bagi kita.

Lantas bagaimana cara bersyukur? Sederhana saja kita ingat Allah Subhanallohu wa ta’ala diberbagai keadaan baik senang maupun susah. Ingat disini tidak hanya menghadirkan nama Allah Subhanallohu wa ta’ala di pikiran. Tetapi menurut para ulama ingat dan bersyukur pada Allah Subhanallohu wa ta’ala ada 3 hal yang harus dilakukan yaitu :
  • Bersyukur dengan hati
Artinya kita tanamkan pada hati dan kita yakini benar-benar bahwa setiap kenikmatan yang kita peroleh apapun bentuknya kepandaian, kekayaan, kebahagiaan dsb berasal dari Allah Subhanallohu wa ta’ala. Bukan karena faktor keahlian kita ataupun faktor orang lain. Keahlian kemudian bisa jadi nikmat itu datang dari orang-orang disekitar kita itu hanyalah perantara saja. Dan pangkalnya   segala kenikmatan Allah Subhanallohu wa ta’ala.
  • Bersyukur dengan Lisan
Yaitu, mengakui dengan ucapan bahwa semua nikmat berasal dari Alloh swt. Pengakuan ini diikuti dengan memuji Allah Subhanallohu wa ta’ala  melalui ucapan alhamdulillah. Selain itu bentuk lain bersyukur dengan lisan adalah dengan dzikir dan mengunakan mulut untuk berbicara yang baik serta saling menasehati dalam kebajikan.
  • Bersyukur dengan perbuatan
Yakni dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan Allah, mentaati peraturan Allah Subhanallohu wa ta’ala  dalam berbagai aspek kehidupan, dan selalu meningkatkan keimanan dengan cara memperbanyak amal kebaikan.

Saudaraku, itulah 3 cara menyukuri nikmat yang  Allah Subhanallohu wa ta’ala  karuniakan. Semoga kita mampu untuk melaksanakannya sehingga sesuai janjiNya dalam QS. Ibrahim : 7

“Jika kamu bersyukur pasti akan Kutambah (nikmat-Ku) untukmu, dan bila kamu kufur, maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih”

Dan ingat setiap apa yang kita tanam, itu pula yang kita panen. Jadi jika kita menanam kebaikan maka kelak diakhirat kita memanen kebaikan pula. Dan sebaliknya jika kita menanam keburukan maka keburukan pula yang akan kita panen diakhirat nanti.

Read more…

Sabtu, 24 Mei 2014

Kado terindah dihari pelantikan

Suatu anugrah terindah ketika Alloh Subhnallohu Wata'ala  mengijinkanku untuk menjadi bagian dari keluarga ini. Keluarga kecil namun besar manfaatnya. Keluarga yang tidak hanya sekedar keluarga biasa, keluarga yang bagi saya memiliki makna yang begitu luar biasa. Teringat ketika kita pertama kali bersua, masih malu-malu, seiring berjalannya waktu malu-malu itu, rasa canggung itu berangsur menjadi saling ejek yang penuh ukhuwah. Perjalanan yang tak begitu panjang telah kita lewati bersama, dari kartosuro, wonogiri, magetan, karanganyar, sukhoharjo, ngawi, klaten, hingga ponorogo telah kita kunjungi. Dan di penghujung tahun 2013, kita pun harus berpisah., dan kalian akan menjadi orang-orang luar biasa di lembaga masing-masing. Dan tetap ingat, "Jadilah orang yang amanah, terhadap amanah" 

Dan terima kasih atas kado'nya ya,. :)
dan terima kasih pula pernah menjadi mengisi kehidupan saya, mungkin jiwa kita tak berada dalam satu lembaga lagi tapi hati kita tetap dalam satu tali ukhuwah,.
Sekali lagi terima kasih,. Mas Listy, Mbak Rina, Dek Nur, Dedy, Ardyan, Ibnu, Ukh Salma, Ukh Soffi, Dek Rita, Dek Arni, Dek Qonita, Dek Diah, Mbk Prima, Ukh Fathonah, Akh Arif, Arda, Cahyo, Ukh An Nur, Ukh Dhila, Dek Hida, dan Dek Intan,.

#BKK JN UKMI UNS 2013
Accountable Professional

Read more…

Senin, 19 Mei 2014

Menjadi Qiyadah Ideal

Sudah menjadi fitrahnya setiap perkumpulan ada satu yang memberikan komando dan memberikan arahan untuk meraih tujuannya atau kita kenal sebagai pemimpin. Pun juga dalam suatu Lembaga Dakwah Kampus (LDK) ada yang namanya pemimpin atau sering kali biasa disebut sebagai qiyadah. Qiyadah disini biasanya menempati posisi Kepala/Sekretaris Departemen, Kepala/Sekretaris Bidang, dan yang tertinggi Ketua umum. 

Dua periode di dua lembaga dakwah, membuatku memahami bagaimana peran qiyadah. Menurut saya, Seorang qiyadah yang ideal, hendaknya berkomunikasi kepada staf/jundinya tidak hanya ketika ia perlu bantuan mereka saja. Misalnya ketika ada kepanitiaan seminar dan kebetulan kita menjadi Panitia Pengarah dan jundi kita sebagai salah satu panitianya. Dalam hal ini tentunya intensitas komunikasi qiyadah dengan jundinya sangat sering karena kondisi yang menyebabkan demikian. Namun yang sering terjadi adalah setelah seminar selesai kemudian kepanitiaannya bubar maka akan bubar pula intensitas komunikasi antar kedua pihak tersebut. Baik butuh bantuan maupun tidak, ada kerjaan ataupun tidak, tetap diperlukan untuk saling berkomunikasi. Entah sekedar menanyakan kabar, ataupun mengirim pesan tausyah. Hal itu untuk mempererat ikatan hubungan antar keduanya. Seorang qiyadah juga harus memahami kesibukan jundinya, dari jurusan/fakultas mana ia berasal, bagaimana jadwal kuliahnya, bagaimana kesibukannya, sampai apa saja organisasi yang ia ikuti. Hal-hal tersebut yang diperlukan untuk memetakan pembagian job kepada jundi-jundi kita. Ketika rapat pun juga jangan selalu memmbahas proker-proker dan proker tapi sekali-kali menanyakan bagaimana amal yauminya, bagaimana kuliahnya dsb. 

Seorang Qiyadah tidak hanya sekedar bertanggungjawab terhadap kinerja bidang maupun departemennya tetapi juga punya tanggungjawab membina jundi-jundinya agar menjadi pribadi yang lebih baik. Memang antar qiyadah satu dengan yang lainnya punya cara yang berbeda dalam melakukaan pembinaan. Apapun caranya, selama itu tak melanggar syariat tak masalah. Teringat ditahun pertama masuk lembaga, saya yang notabene'nya sangat-sangat pendiam disuruh nge-MC di kajian rutin untuk pertama kali, kedua kali, bahkan tidak tahu sampai beberapa kali. Tapi ada nilai positif dari langganan jadi MC kajian, yakni membuat saya lebih PD ketika ngomong didepan. Kemudian tahun ke dua, banyak nilai-nilai yang diberikan dari qiyadah walaupun awalnya saya jengkel juga. "Kalau SMS lawan jenis ndak usah pake smile",  "kalau sms akhwat beda bidang, lewat mbak sekbidnya", "Jangan boros-boros tanda !!!!! " "Panggil adek-adekmu dengan akh/ukh". Yah, itulah kalimat-kalimat yang diberikan qiyadah-qiyadahku untuk menunjukan kasih sayangnya pada waktu itu. Ada perasaan gag terima, kok banyak aturan gini-gitu. Sekarang setelah kondisi memisahkan kita, saya menyadari bahwa ya memang seharusnya begitu. Karena hal-hal itu salah satu yang membuat baiknya suatu lembaga. Selain itu begitu banyak teladan dan inspirasi dari qiyadah-qiyadah yang bisa saya petik dan kemudian saya inovasi untuk diterapkan dilembaga lain. "Ukhuwah Never Ending" itu memang benar, demisioner bukan berarti tidak ada lagi sms tausyah, bukan tidak lagi silturahmi. Alhamdulillah, SmS tausyah masih ada, pun juga silturahmi. 

Note : Syukron Jazakumulloh Khoiron Katsiron atas pembinaan, teladan dan inspirasi yang engkau berikan 
cc : Mas Hasan Cahya (Ketua Umum JN UKMI 2013) , Mas Listiawan & Mbak Rina Dewi(Kabid & Sekbid BKK  JN UKMI UNS 2013) dan Mbak Ulfah Maslahah (Kabid Nisaa' JN UKMI UNS) dan yang lain pula Terima kasih :)

Read more…

Tolong,. Jangan Panggil "Pak" atau "Ketum" ataupun "Pak Ketum"..!


"Pak Ketum" sebuah panggilan yang tidak saya sukai. Ya, sederhana saja kenapa saya tidak menyukainya. Panggilan yang terdiri dari 2 kata itu tidak sekedar panggilan biasa tapi juga membawa beban berat bagi saya. Pertama, "Pak" panggilan pak identik dengan bapak-bapak, seseorang yang sudah punya anak atau orang yang berumur 30 tahun keatas. Sedangkan saya masih umur diawal dua puluhan. selain itu panggilan "Pak" juga mengidentikan bahwa yang dipanggil dengan panggilan itu sudah dewasa, dapat dicontoh dan menjadi panutan. Disini saya pun juga masih belajar menjadi pribadi yang baik dan mampu memberikan inspirasi. Jadi kata Pak memberikan beban tersendiri bagi saya.


Kedua, "Ketum" , yah memang posisi saya sekarang sebagai ketua Umum tapi saya juga tidak mau dipanggil "ketum" . Sama seperti yang pertama, panggilan ini juga membawa beban tersendiri bagi saya. Amanah tidaklah hanya sekedar panggilan saja, tapi yang lebih penting dari itu amanah itu ketika kita mau berusaha semaksimal mungkin untuk mmenjalankan amanah sebaik-baiknya. 

So,. jangan panggil saya "Pak", "ketum" maupun "Pak Ketum" saya jauh lebih suka dipanggil "Dek" atau "Mas" Ataupun "Akh" :)

Read more…

We Are Not Alone

Sabtu, 26 Juni 2014, mentari pagi mulai menyapa,. ku lihat agenda hari ini dan tuk dua hari kedepan adalah RAPIMDA (Rapat Pimpinan Daerah) yang diselenggarakan oleh PUSKOMDA FSLDK Solo Raya. Terlintas difikiranku bahwa Rapimda tak lain tak bukan mirip Forbes, hanya saja ruang lingkupnya yang lebih besar. Dalam acara ini tidak hanya Rapat Pimpinan tetapi juga ada beberapa kelas seperti kelas Media, Kaderisasi, Syiar, Kemuslimahan, Jaringan dan Fundrising. Jam setengah 10, saya tiba di USAHID Surakarta ternyata acara sudah dimulai sekian menit yang lalu. Ketika saya masuk, Ust Burhan Shodiq sudah menyampaikan materinya. Ditengah-tengah yang beliau sampaikan diselipi masalah-masalah tentang cinta yang membuat acara tersebut semakin hidup. Canda dan tawa bergantian mengiringi sesi ini, namun tak mengurangi esensi dari materinya. 

Setelah dzuhur, agenda dilanjutkan untuk Rapat Pimpinan dan masuk kedalam kelas masing-masing. Untuk rapat pimpinan terdiri dari ketua Umum dan Kepala Bidang Nisaa' LDK/LDF sedangkan yang lainnya masuk sesuai kelas yang diinginkan. Sesi ini berlangsung sampai Adzan Ashar berkumandang. Setelah Ashar dilanjutkan game Rangking #1 untuk menguji pengetahuan kita sebagai aktivis LDK. Digame ini terdiri dari 3 babak, Babak jawaban Ya/Tidak, Babak Jawaban Esay, dan Babak Final. Lucu dan sangat memamalukan, semua ikhwan tidak masuk babak final. Namun, ada rasa bangga, dari 4 akhwat yang masuk ke final 1 dari SKI FMIPA UNS, meskipun akhirnya hanya menepati peringkat 3. 

Setelah Isya' acara dilanjutkan dengan sarasehan. Bentuk sarasehannya, pertama PUSKOMDA FSLDK Solo Raya memperkenalkan dirinya, kemudian dilanjutkan presentasi profil LDK/F setiap peserta yang hadir dan menyampaikan agenda terdekat. Keesok harinya, Rapimda masih berlanjut, kali iini acara'nya main sepak bola. Kami peserta ikhwan dibagi menjadi 4 kelompok dan melakukan pertandingan dengan sistem gugur. Setelah Sepakbola acara dilanjutkan penutupan dan Foto-foto bareng.

Yah,. itu gambaran singkat kegiatan RAPIMDA yang diselanggarakan PUSKOMDA FSLDK Solo Raya. Bicara tentang Lembaga Dakwah Kampus (LDK) biasanya fikiran langsung tertuju ke Gamais ITB, Salam UI, JS UGM untuk tataran luar UNS. Atau bahkan kita berfikir di Solo LDK hanya ada JN UKMI UNS, ataupun SKI FK, SKI FKIP, SKI FT, dsb. Ternyata di Solo kita tidak sendiri, begitu banyak saudara-saudara kita yang berjuang dengan tujuan untuk memperjuangkan seperti apa yang kita perjuangkan. Sebut saja, LDK IAIN Surakarta,  LDK USAHID, LDM PM UMS, LDK STAIMUS, UKMI UNISRI, LDK FOKAM STMIK DUTA BANGSA, FOSMI USB, UKMI UTP dan masih banyak lagi. Beda kampus, beda problem yang dihadapi tapi yang kita bawa tetaplah sama yaitu ISLAM. Terlintas difikiran, "Sungguh beruntung kita," ketika mengetahui betapa beragamnya masalah-masalah dikampus lain, seperti minimnya personil ikhwan karena basic kampusnya yang lebih keperempuan, tidak adanya waktu untuk berorganisasi karena tuntutan akademik, dan bahkan ada kampus yang LDK'nya baru dirintis.  Kita yang sudah mapan hendaknya bersyukur dan terus maju tanpa meninggalkan mereka artinya kita jangan hanya sekedar memikirkan lembaga kita sendiri tetapi kita mencoba mensupport serta memberi semangat untuk terus maju.

Selain itu, tentunya agenda ini dapat meningkatkan ukhuwah dan nambah temen baru. Dan terima kasih kepada PUSKOMDA FSLDK Solo Raya atas undangannya dan dinantikan acara keren selanjutnya.


Read more…